Hiliserangkai, Kabupaten Nias
Camat Hiliserangkai, Karis Makmur Waruwu, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan aksi perubahan SATUA HADA (Satu Data Kesehatan Daerah) yang digagas oleh Kharisma Zai, S.ST., M.Kes., peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator pada Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Negara Nasional (Pusjar SKTAN), Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jatinangor, Jawa Barat.
Inovasi SATUA HADA bertujuan mengintegrasikan data kesehatan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Puskesmas se-Kabupaten Nias guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data.
Camat Hiliserangkai menilai bahwa ketersediaan data kesehatan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sangat penting untuk meningkatkan efektivitas program pemerintah, khususnya dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Data tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi sasaran prioritas, memantau jangkauan pelayanan, serta memastikan intervensi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
SATUA HADA juga berpotensi menjadi instrumen pendukung evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), serta berbagai program intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nias. Pemanfaatan data yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran dan efektivitas pelaksanaan program.
Untuk mendukung keberlanjutan aksi perubahan tersebut, diperlukan komitmen bersama melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, kader kesehatan, dan perangkat daerah terkait. Pemutakhiran data secara berkala, kejelasan pembagian peran, serta monitoring dan evaluasi berkesinambungan menjadi faktor penting agar SATUA HADA dapat terus dimanfaatkan setelah pelaksanaan aksi perubahan.
Selain itu, hasil pengolahan data perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak. Evaluasi hendaknya tidak hanya berfokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga pada ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, kecukupan intervensi, serta perkembangan status gizi dan kesehatan masyarakat.
Melalui sinergi dan komitmen berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan, SATUA HADA diharapkan dapat memperkuat tata kelola data kesehatan daerah, mendukung efektivitas program MBG 3B dan intervensi stunting, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Nias.
Pemerintah Kecamatan Hiliserangkai mendukung keberlanjutan inovasi SATUA HADA melalui penguatan koordinasi, pemutakhiran data, dan tindak lanjut hasil evaluasi secara berkesinambungan guna mewujudkan intervensi stunting yang tepat sasaran dan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih efektif.
